Kalimat“barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat”, maksudnya adalah barang siapa beriman dengan keimanan yang sempurna, yang (keimanannya itu) menyelamatkannya dari adzab Allah dan membawanya mendapatkan ridha Allah, “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” karena orang yang beriman kepada Allah dengan
2Beriman kepada Allah, Malaikat- Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. 3.Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji
PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pembentukan karakter islam yang beriman adalah bagaimana peran orang tua ikut andil didalamnya sejak anak pada usia dini.Tidak hanya peran orang tua tetapi keluarga dan lingkungan sekitar yang menjadi faktor eksternal. Dengan adanya lingkungan sekitar yang baik maka akan cepat dapat terbentuknya karakter islam
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia Itulah yang berbuat zalim kepada dirinya sendiri” (Q.S.Yμnus/10:44) 2. Dalil-Dalil tentang Qodo dan Qadar Allah Swt. menjelaskan tentang Qodo dan Qadar, melalui fiman-firman-Nya, dan juga dalam beberapa hadis Rasulullah saw.,di antaranya menyatakan: a.
Malaikattelah diperintahkan untuk mencatat setiap amal buruk manusia dimana pun dan kapan pun, maka dari itu sebagai manusia yang beriman kita harus lebih berhati-hati dalam bertindak karena malaikat selalu berada di dekat kita. Jika berbuat kebaikan, maka malaikat akan memohon ampun pada Allah untuk kita. Begitu pula sebaliknya. Allah berfirman,
AbuHurairah berkata, “Ada seorang lelaki berkata, “Wahai, Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai kerabat. Aku menyambungkan silahturahmi kepada mereka, tetapi mereka memutuskanku, aku berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka berbuat jahat padaku, dan mereka bertindak bodoh kepadaku, namun aku tetap santun pada mereka.”
6HsG. - Berbuat baik kepada sesama adalah ajaran universal yang hampir semua manusia dalam sebuah lingkungan masyarakat dianjurkan melakukannya. Terutama untuk seorang muslim, berbuat baik merupakan salah satu bentuk ibadah dan wujud akhlak mulia yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wassalam. Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, jika terbiasa melakukan perbuatan baik. Selain dari mendapatkan pahala dari Allah, juga mendapatkan kasih sayang dari siapa saja seorang muslim dianjurkan untuk berbuat kebaikan? Merujuk laman Al Qur’an surat An-Nisa 36 menjelaskan bahwa orang tua, saudara dan kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dan teman serta ibnu sabil juga hamba sahaya adalah lebih utama untuk diperlakukan dengan baik. وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا Artinya “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” QS Ani-Nisa 36 Tidak saja kepada sesama manusia, Allah perintahkan berbuat baik juga untuk hewan dan tumbuhan, karena semua itu adalah ciptaan Allah dan terlarang untuk dianiaya. Beberapa hadis menegaskan hal tersebut, seperti contohnya di bawah ini, dilansir laman “Rasulullah bersabda “Barang siapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada hari kiamat.” HR. Bukhari. “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang disekapnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi.” HR. Bukhari. “Sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala apabila berbuat baik pada binatang?” beliau bersabda, “Pada setiap yang memiliki hati yang basah maka ada pahala.” HR. Bukhari dan Muslim. Walau hendak menyembelih hewan untuk dikonsumsi, dianjurkan untuk memberi makan sebelumnya, tidak menganiaya, memotong dengan memakai pisau yang tajam agar ia lebih mudah mati tanpa sakit terlalu lama, dan tidak dipukuli hingga mati. Itu semua bagian dari perbuatan baik untuk hewan, baik hewan peliharaan maupun hewan perintah berbuat kebaikan yang ada di Al Quran Berikut ini merupakan beberapa dalil dari perintah berbuat kebaikan yang ada di Al Qur’an diramu dari berbagai sumberAl Qur’an surat Al-Baqarah 195 Allah menyukai orang yang berbuat baik وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ Artinya “Dan belanjakanlah harta bendamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” QS Al Baqarah 195. Al Quran surat Al Baqarah 261 perbuatan baik akan dilipatgandakan pahalanya مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ Artinya “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” QS Al Baqarah 261 Al Quran surat Ar-Rahman 60 Balasan dari kebaikan adalah kebaikan juga هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ Artinya “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.” QS Ar-Rahman 60 Al Quran surat Al Zalzalah 7-8 Berbuat baik sekecil apapun akan mendapat balasan فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ Artinya “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” QS Al Zalzalah 7-8 Al Quran surat Al-A’raf 56 Larangan membuat kerusakan dan rahmad untuk orang baik Artinya “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut tidak akan diterima dan harapan akan dikabulkan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” QS Al-A’raf 56 Al Quran surat Al-Isra’ 7 Balasan perbuatan baik akan kembali kepada diri sendiri Artinya “Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri,” QS Al-Isra’ 7 Al Qur’an surat Al Maidah 100 Keburukan walau menarik, tidak sama dengan kebaikan قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Artinya “Katakanlah "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan". QS Al Maidah 100.Baca juga Ayat-Ayat Al Quran Tentang Toleransi dan Dalil Tasamu dalam Islam Sejarah dan Tema Hari Toleransi Internasional pada 16 November 2021 - Sosial Budaya Kontributor Cicik NovitaPenulis Cicik NovitaEditor Yulaika Ramadhani
beriman kepada malaikat mendorong aku berbuat baik