Khususuntuk berpikir kreatif, Beghetto (2010) menuliskan bahwa peneliti-peneliti telah mengidentifikasi kendala-kendala dalam pengembangan kreativitas (termasuk berpikir kritis) di kelas, yaitu
Perilakuyang mencerminkan ketaatan terhadap norma hukum ditunjukkan oleh nomor A. 1), 2), dan 3) B. 1), 3), dan 5) C. 1), 3), dan 4) D. 2), 4), dan 5) Seorang peneliti akan melakukan penelitian dengan objek yang akan diteliti adalah kedisiplinan siswa kelas X, XI, dan XII. Mereka beranggapan bahwa tiada satu kaum pun yang boleh
Pembelajaranmatematika dikelas masih banyak yang menekankan pemahaman siswa tanpa melibatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Siswa tidak diberi kesempatan menemukan jawaban ataupun cara
CaraBerpikir Seorang Peneliti 3. Jenis Penalaran dalam Penelitian 4. Prosedur Penelitian B. Jenis-jenis Penelitian 1. Berdasarkan Tujuannya 2. Berdasarkan Metodenya 3. Berdasarkan Taraf Pemberian Informasi 4. Berdasarkan Data yang Dikumpulkan 5. Berdasarkan Tempat Pelaksanaannya C. Pendekatan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Suatupenalaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a. Logis, suatu penalaran harus memenuhi unsur logis, artinya pemikiran yang ditimbang secara objektif dan didasarkan pada data yang shahih. b. Analitis, berarti bahwa kegiatan penalaran tidak terlepas dari daya imajinatif seseorang dalam merangkai, menyusun, atau menghubungkan petunjuk-petunjuk akal pikirannya ke dalam suatu pola tertentu.
Adasepuluh (10) sikap ilmiah yang wajib dimiliki oleh ilmuwan adalah sebagai berikut: 1. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi. Seorang ilmuwan harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Tanpa rasa ingin tahu, tidak akan ada upaya pencarian penjelasan tentang segala sesuatu. Rasa ingin tahu sangat dibutuhkan dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah.
mC8t5Z. Halo, Quipperian! What’s up, nih? Mudah-mudahan masih dalam kondisi sehat walafiat, semangat 45, dan keep awesome, ya. Di tengah keramaian virus corona, Quipper Blog mau mengingatkan kamu untuk selalu jaga kesehatan, jaga kebersihan, dan kuatkan daya imun tubuh. Supaya proses belajar kamu pun enggak terganggu dan impian masuk PTN favorit bisa terwujud. Nah, untuk membantu kamu belajar, kali ini Quipper Blog mau mengajak kamu yang anak IPS untuk belajar Sosiologi, khususnya materi Penelitian Sosial. Ayo, siapa yang masih belum pernah dengar materi ini atau mungkin sudah pernah, tapi belum paham banget? Kalau gitu, langsung saja ya cek pembahasan lengkap Quipper Blog di bawah ini! A. Rancangan Penelitian Sosial Penelitian ialah usaha menarik kesimpulan yang bisa dipercaya kebenarannya, dilakukan secara sadar dan teliti menurut prosedur ilmiah tertentu. Nah, kalau penelitian sosial, dilansir dari adalah istilah yang digunakan untuk penyelidikan yang dirancang guna menambah pengetahuan sosial, gejala sosial, atau praktik sosial. Istilah sosial ini mengacu pada hubungan antara orang-orang, kelompok seperti keluarga, institusi, atau lingkungan yang lebih besar. Jadi, biasanya yang dijadikan topik dalam penelitian sosial ialah gejala-gejala sosial yang menyangkut individu seperti kepuasan kerja, kelompok seperti kepemimpinan, masyarakat seperti struktur sosial, institusi seperti kultur organisasi, dan lingkungan luas seperti pertumbuhan ekonomi negara. 1. Syarat Penelitian Lalu, apa saja syarat-syarat penelitian? Berikut Quipper Blog jabarkan, ya. Sistematis Dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana hingga kompleks. Terencana Dilaksanakan secara sengaja dan langkah-langkah yang sudah dipikirkan sebelumnya. Mengikuti prosedur ilmiah Dilakukan menurut cara-cara yang sudah ditentukan yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan. 2. Cara Berpikir Seorang Peneliti Jika mau jadi peneliti, tentulah kamu sudah harus memiliki cara berpikir layaknya peneliti. Seperti apa? Skeptis Tidak mudah percaya pada pernyataan yang tak ada bukti fakta dan data yang jelas. Analitis Menganalisis tiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi. Kritis Berpikir secara objektif berdasarkan fakta dan data yang dicerna dengan akal sehat. Jujur Tidak memasukkan keinginannya sendiri ke dalam data. Terbuka Bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya. 3. Jenis Penalaran dalam Penelitian Nah, setelah tahu cara berpikir, kamu juga harus tahu jenis-jenis penalaran dalam penelitian. Apa saja? Deduksi Proses penalaran dari hal yang bersifat umum ke hal yang lebih khusus. Induksi Kesimpulan ditarik dari satu atau lebih fakta, bersifat dari hal khusus ke umum. Gabungan induksi dan deduksi Kesimpulan dari penalaran induksi bisa dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan berikutnya dengan menggunakan metode deduksi. 4. Prosedur Penelitian Tentu saja penelitian memiliki prosedur ya, Quipperian. Adapun prosedur atau langkah-langkahnya ialah sebagai berikut Penelitian diharapkan pada suatu kebutuhan atau masalah tertentu. Merumuskan masalah hingga batasan, kedudukan, dan alternatif cara pemecahan masalah jadi jelas. Menetapkan hipotesis sebagai titik tolak dalam mengadakan tindakan untuk menentukan alternatif pemecahan masalah yang dipilih. Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis. Mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan dikembalikan pada hipotesis yang sudah dirumuskan. Menentukan kemungkinan untuk mengadakan generalisasi dari kesimpulan tersebut serta implikasinya di masa depan. Nah, selanjutnya Quipper Blog mau menjelaskan jenis-jenis penelitian. Ada 5 jenisnya, yakni berdasarkan tujuannya, metodenya, taraf pemberian informasinya, data yang dikumpulkan, dan tempat pelaksanaannya. Yuk, kita bahas satu per satu! 1. Berdasarkan Tujuannya Penelitian dasar Mengumpulkan informasi guna menyusun konsep dan hubungan, serta teori untuk menemukan prinsip-prinsip umum mengenai suatu topik yang nyata dalam masyarakat. Penelitian terapan Berusaha menetapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori dalam memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Berdasarkan Metodenya Penelitian historis Fokus kajian adalah peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Penelitian survei Seorang peneliti berusaha untuk memperoleh informasi dari berbagai kelompok atau orang dengan cara menyebar kuesioner. Penelitian eksperimen Penelitian dilakukan dengan membagi subjek penelitian menjadi dua kelompok untuk dibandingkan menggunakan teori yang berbeda untuk kemudian ditarik kesimpulan teori mana yang paling berpengaruh. Penelitian observasi Memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan. 3. Berdasarkan Taraf Pemberian Informasi Penelitian eksploratif. Penelitian ini menggali suatu gejala yang masih baru. Penelitian deskriptif. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih detail tentang suatu gejala atau fenomena. Penelitian eksplanasi. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan tentang mengapa suatu kejadian atau gejala bisa terjadi. 4. Berdasarkan Data yang Dikumpulkan Penelitian kuantitatif Penelitian kualitatif 5. Berdasarkan Tempat Pelaksanaannya Penelitian laboratorium Penelitian lapangan Penelitian perpustakaan C. Pendekatan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Quipperian, berikut ini cara-cara pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Supaya memudahkan kamu untuk melihat perbedaannya, Quipper Blog sajikan dalam bentuk tabel, ya. Aspek Kuantitatif Kualitatif Masalah yang diteliti Menekankan beberapa variabel Menekankan banyak aspek dari satu variabel Tujuan Menguji teori dan menegakkan fakta-fakta Mengembangkan kepekaan konsep dan penggambaran realitas yang tidak tunggal Objek yang diteliti Perilaku manusia dan fenomena alam Perilaku manusia, proses kerja Sampel Besar. Memiliki kelompok kontrol yang dipilih secara random dengan pertimbangan strata yang ada Kecil. Tidak representatif dengan tujuan tertentu Metode pengumpulan data Angket, wawancara, observasi, check list Lebih menekankan pada observasi dan wawancara Bentuk data Berupa angket atau data kuantitatif yang diangkakan Kata-kata, kalimat, gambar, perilaku, replika, manuskrip Sifatnya Deskriptif, komparatif, asosiatif Deskriptif Adapun penelitian kuantitatif sendiri punya jenis-jenisnya, lho. Berikut ini jenis penelitian kuantitatif yang harus kamu ketahui Deskripsi kuantitatif Penelitian yang memberikan gambaran mengenai suatu permasalahan sosial dengan menganalisis menggunakan metode statistika. Survei Penelitian yang bertujuan memperoleh informasi mengenai sikap,nilai, dan pendapat dengan mengambil sampel populasi melalui kuesioner. Eksploratif Penelitian yang bertujuan mengenali variabel tertentu dari suatu fenomena sosial yang ingin diketahui maknanya. Korelasional Penelitian yang bertujuan menyelidiki sejauh mana dampak variasi-variasi suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi lain dalam satu faktor atau lebih. Eksperimen Penelitian yang bertujuan mengetahui suatu akibat dari pemberian perlakukan yang dilakukan peneliti terhadap objek penelitian. Eksplanatif Penelitian yang bertujuan menjelaskan variabel-variabel yang memiliki kecenderungan tertentu sebagai akibat adanya variabel bebas. Komparatif Penelitian yang berupaya membandingkan dua gejala atau lebih. Misalnya, variabel yang untuk sampel berbeda atau variabel berbeda untuk sampel yang sama. D. Subjek Penelitian Lanjut lagi ya, Quipperian, setelah membahas pendekatan penelitian, sekarang kita cari tahu apa itu subjek penelitian. Subjek penelitian merujuk pada responden atau informan yang mau dimintai informasi atau digali datanya. Apa saja subjek penelitian? Populasi Diambil atau didata semua responden atau informan terkait penelitian tersebut. Sampel Penggunaan sampel dalam penelitian diperbolehkan selama sampel tersebut dapat mewakili populasinya dengan baik dan selama teknik pengambilan sampel dilakukan dengan benar. E. Manfaat Hasil Penelitian Nah, kalau sudah melakukan penelitian, tentu penelitian ini haruslah bermanfaat, ya. Jangan sampai kamu meneliti sesuatu yang sia-sia. Manfaat hasil penelitian pun ada banyak dan berbeda untuk tiap kelompok. Apa saja, sih? 1. Bagi Peneliti Mampu mengembangkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki seorang peneliti. Mempertanggung jawabkan hasil penelitian baik kepada pribadi maupun orang lain. Meningkatkan jenjang karir. Menjadi referensi penelitian relevan bagi ilmuwan lainnya. 2. Bagi Peserta Didik Meningkatkan kepekaan sosial. Mengembangkan kreativitas. Melatih kemampuan menganalisis. Melatih kemampuan diskusi hasil penelitian. Melatih kemampuan memecahkan masalah sosial di lingkungan. 3. Bagi Masyarakat Memberi masukan dan strategi pemecahan masalah. Memberikan informasi terpercaya, objektif, dan up to date. 4. Bagi Pemerintah Memberikan pertimbangan dalam mengambil kebijakan. Memberikan solusi dalam memecahkan masalah sosial. Memperoleh masukan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemerintah. 5. Bagi Ilmu Pengetahuan Menambah khazanah ilmu pengetahuan. Menambah referensi penelitian bagi peneliti lainnya. Manfaat Mengomunikasikan Hasil Penelitian Wah, ternyata ada banyak banget ya manfaat hasil penelitian itu, Quipperian. Lalu, kalau sudah diteliti pun, ternyata hasil penelitian harus dikomunikasikan juga, lho. Memangnya apa sih manfaat mengomunikasikan hasil penelitian? Memperoleh tanggapan dan masukan dari pihak lain. Peneliti dapat memperbaiki dan menyempurnakan hasil penelitian. Menumbuhkan sikap kritis. Menjadi media dalam mengembangkan gagasan. Meningkatkan kemampuan komunikasi publik. F. Contoh Soal Penelitian Sosial Quipperian, mau lebih afdol lagi belajar tentang penelitian sosial-nya? Kalau gitu, coba kerjakan contoh soal di bawah ini, ya! Nomor 1 Setelah kenaikan harga BBM, kehidupan nelayan terpuruk. Kegiatan melaut menjadi berkurang karena nelayan tidak mampu membeli BBM. Hasil tangkapan pun tidak mencukupi untuk menafkahi keluarga. Jika dilakukan penelitian, rumusan masalah yang tepat adalah… Mengapa kehidupan nelayan tergantung pada harga BBM? Bagaimana dampak kenaikan BBM terhadap kehidupan masyarakat nelayan? Benarkah kehidupan nelayan dipengaruhi oleh tingginya harga BBM? Bagaimana upaya nelayan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari? Seberapa besar kenaikan harga BBM berpengaruh terhadap hasil tangkapan? Jawaban B Pembahasan Setelah diidentifikasi, masalah dirumuskan untuk menghasilkan hipotesis. Dari hasil rumusan ini, dapat pula ditemukan topik atau judul penelitian. Perumusan masalah dilakukan dengan cara berikut Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. Rumusan hendaknya jelas dan padat. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian. Jadi, rumusan masalah yang paling tepat adalah “Bagaimana dampak kenaikan BBM terhadap kehidupan masyarakat nelayan?” Nomor 2 Cara berpikir kritis yang tumbuh pada peneliti adalah… Sikap menjunjung tinggi seseorang yang menjadi idolanya Sikap menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah Sikap menerima semua usul dan saran dari berbagai pihak Sikap yang memisahkan pendapat umum dengan pendapat ilmiah Selalu mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika Jawaban E Pembahasan Cara berpikir yang diharapkan dari seorang peneliti adalah sebagai berikut Berpikir skeptis Seorang peneliti harus selalu mempertanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan tidak mudah percaya Berpikir analisis Peneliti harus selalu menganalisis setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi Berpikir kritis Peneliti harus mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika serta menimbang berbagai hal secara objektif berdasarkan data dan analisis akal sehat. Quipperian, itulah pembahasan lengkap Quipper Blog tentang penelitian sosial. Gimana, sudah cukup membantu kamu atau belum, nih? Kalau kamu masih mau belajar lebih dalam mengenai materi ini, langsung saja yuk subscribe Quipper Video. Di sana, kamu bisa mendapatkan materi berbagai mata pelajaran dari para tutor profesional. Kamu pun bisa memilih metode belajar yang diinginkan, bisa lewat video, rangkuman, atau latihan soal. Seru banget, kan? Makanya, cusss daftar dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya, ya. Sumber
Monday, February 24, 2020 Edit Cara Berpikir Seorang Peneliti 1. Berpikir Skeptis Seorang peneliti harus selalu mempertanyakan bukti atau fakta penjelasan yg bisa mendukung suatu pernyataan atau penelitian nir mudah percaya tanpa percaya begitu saja dalam suatu hal tanpa adanya bukti 2. Berpikir analisi Peneliti harus selalu menganalisi setiap pernyataan atau problem/permasalahan yg dihadapi 3. Berpikir kritis Mulai menurut awal hingga akhir kegiatan, penelitian dilakukan berdasarkan cara-cara yang sudah dipengaruhi, yaitu prinsip memperoleh ilmu peneliti wajib menekankan pikiran & pendapatnya dalam nalar waktu menimbangkan aneka macam hal secara objektif berdasarkan data & analisis akal sehat 4. Berpikir Jujur Seorang peneliti nir memasukkan keinginannya pada hasil penelitian 5. Berpikir Terbuka seseorang peneliti wajib siap memberi bukti & siapmenerima pendapat berdasarkan pihak lain semoga membantu artikel source
Berikut ini adalah cara berpikir yang harus dimiliki oleh seorang peneliti. Skeptis. Peneliti harus selalu menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan. la tidak boleh percaya begitu saja pada suatu hal tanpa adanya penjelasan atau bukti-bukti yang masuk akal. Analitis. Peneliti harus selalu menganalisis setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi. Kritis. Peneliti harus selalu mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika serta menimbang berbagai hal secara objektif berdasarkan data dan analisis akal sehat Jujur. Seorang peneliti tidak memasukkan keinginannya sendiri ke dalam data . Terbuka. Seorang peneliti bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya. Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah A.
Hallo Kawan Mastah! Apa kabar? Kali ini, kami akan membahas tentang cara berpikir yang harus dimiliki oleh seorang peneliti. Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda bisa mengetahui tips dan trik untuk menjadi peneliti yang sukses. Selamat membaca! Apa itu Peneliti? Sebelum membahas tips dan trik menjadi peneliti yang sukses, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu peneliti. Peneliti adalah seseorang yang melakukan penelitian dengan tujuan untuk menemukan informasi baru, memperluas pengetahuan kita tentang dunia, atau menemukan solusi untuk masalah yang ada. Penelitian bisa dilakukan di berbagai bidang, seperti sains, teknologi, ilmu sosial, dan lain-lain. Apa yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Peneliti? Seorang peneliti harus memiliki berbagai macam keterampilan dan karakteristik yang akan membantunya dalam melakukan penelitian. Berikut adalah beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang peneliti 1. Kritis Seorang peneliti harus mampu mempertanyakan segala hal yang ada di sekitar kita. Ia harus mampu mengidentifikasi masalah yang ada, mempertanyakan asumsi-asumsi yang tidak jelas, dan membuat pertanyaan-pertanyaan yang relevan. Hal ini penting agar peneliti bisa membangun kerangka teoritis yang kuat dan menghasilkan penelitian yang berkualitas. 2. Berpikir Sistematis Seorang peneliti harus mampu melakukan analisis secara sistematis. Hal ini meliputi kemampuan untuk mengumpulkan data, menganalisis data, dan mengevaluasi hasil penelitian. Seorang peneliti juga harus mampu mengorganisir ide-ide yang ada dan menyusunnya menjadi kerangka teoritis yang kuat. 3. Kreatif Untuk melakukan penelitian yang berkualitas, seorang peneliti harus memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif. Ia harus mampu mengembangkan ide-ide baru yang belum pernah dipikirkan sebelumnya dan mencari solusi yang inovatif untuk masalah yang ada. 4. Jujur Seorang peneliti harus memiliki integritas yang tinggi. Ia harus mampu menuliskan hasil penelitiannya dengan jujur dan akurat, serta tidak melakukan plagiarisme atau memalsukan data. 5. Bertanggung Jawab Seorang peneliti harus bertanggung jawab atas penelitiannya. Ia harus memastikan bahwa data yang ia gunakan akurat dan valid, serta menuliskan hasil penelitiannya secara jelas dan lengkap. Setelah mengetahui apa yang harus dimiliki oleh seorang peneliti, berikut adalah beberapa tips dan trik untuk melakukan cara berpikir yang tepat saat melakukan penelitian 1. Mempelajari Teori dan Konsep yang Relevan Seorang peneliti harus memahami teori dan konsep yang relevan dengan subjek penelitiannya. Hal ini akan membantunya membangun kerangka teoritis yang kuat dan menghasilkan penelitian yang berkualitas. 2. Mengumpulkan Data dengan Baik Seorang peneliti harus mampu mengumpulkan data yang akurat dan relevan. Hal ini meliputi kemampuan untuk merancang instrumen pengumpulan data, memilih sampel yang tepat, dan mengelola data yang telah dikumpulkan. 3. Menganalisis Data dengan Tepat Setelah mengumpulkan data, seorang peneliti harus mampu menganalisis data tersebut dengan tepat. Hal ini meliputi kemampuan untuk menggunakan alat analisis yang tepat, menerapkan metode statistik yang relevan, dan menarik kesimpulan yang akurat dari hasil analisis data. 4. Menulis Hasil Penelitian dengan Jelas dan Tepat Setelah melakukan penelitian, seorang peneliti harus menuliskan hasil penelitiannya dengan jelas dan tepat. Hal ini meliputi kemampuan untuk menyajikan data dengan grafik atau tabel yang mudah dipahami, menyusun kerangka teoritis yang kuat, dan menyajikan hasil penelitian dengan bahasa yang mudah dipahami. FAQ 1. Apa yang dimaksud dengan penelitian? Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan tujuan untuk menemukan informasi baru, memperluas pengetahuan kita tentang dunia, atau menemukan solusi untuk masalah yang ada. 2. Apa saja karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang peneliti? Seorang peneliti harus memiliki keterampilan kritis, berpikir sistematis, kreatif, jujur, dan bertanggung jawab. 3. Apa saja tips dan trik untuk menjadi peneliti yang sukses? Beberapa tips dan trik untuk menjadi peneliti yang sukses adalah mempelajari teori dan konsep yang relevan, mengumpulkan data dengan baik, menganalisis data dengan tepat, dan menulis hasil penelitian dengan jelas dan tepat. No Pertanyaan Jawaban 1 Apa yang dimaksud dengan penelitian? Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan tujuan untuk menemukan informasi baru, memperluas pengetahuan kita tentang dunia, atau menemukan solusi untuk masalah yang ada. 2 Apa saja keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang peneliti? Seorang peneliti harus memiliki keterampilan kritis, berpikir sistematis, kreatif, jujur, dan bertanggung jawab. 3 Apa saja tips dan trik untuk menjadi peneliti yang sukses? Beberapa tips dan trik untuk menjadi peneliti yang sukses adalah mempelajari teori dan konsep yang relevan, mengumpulkan data dengan baik, menganalisis data dengan tepat, dan menulis hasil penelitian dengan jelas dan tepat. Demikianlah artikel tentang cara berpikir yang harus dimiliki oleh seorang peneliti ditunjukkan nomor. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda menjadi peneliti yang sukses. Terima kasih telah membaca! Cara Berpikir yang Harus Dimiliki Seorang Peneliti Ditunjukkan Nomor
Cara Berpikir Seorang Peneliti Berpikir skeptis Seorang peneliti harus selalu mempertanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan tidak mudah percaya. Berpikir analisi Peneliti harus selalu menganalisi setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi Berpikir kritis Mulai dari awal hingga akhir kegiatan, penelitian dilakukan berdasarkan cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan. Berpikir objektif Dalam hal ini peneliti harus menilai objek apa adanya. Peneliti harus memisahkan pandangan atau perasaan pribadi dengan fakta yang ada. Berpikir terbuka Siap menerima kritik ataupun saran yang diberikan atas penelitiannya.
cara berpikir yang harus dimiliki seorang peneliti ditunjukkan nomor