Tuhanmemberikan kita waktu untuk dihidupi. Alkitab mengajarkan kita bahwa ada dua jenis waktu, yaitu kronos dan kairos. Kronos adalah waktu yang bisa dihitung, atau serentetan peristiwa-peristiwa. Sedangkan Kairos berbicara tentang kesempatan didalam kronos. Hanya oleh anugrah dan kemurahan Tuhan kita sekarang berada dalam tahun ini. Pengantar Dalam judul perikop yang ditentukan LAI, bagian ini termasuk dalam nasihat: "Hidup sebagai Anak-anak Terang", yang adalah kelanjutan dari (judul perikop) "Manusia Baru.". Ini berarti, setelah bicara tentang bagaimana Allah memilih kita (orang-orang percaya dalam Kristus Yesus) supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan ManfaatkanKesempatan! oleh Ari Wahyudi, S.Si. 13 November 2017. Waktu Baca: 3 menit. 7. VIEWS. Allah ta'ala menggambarkan tentang keistimewaan para Nabi dengan firman-Nya, إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا KhotbahJumat 5 Agusus 2022/7 Muharam 1443 H Khotib: Ust. Hamzah, M.A. Khotbah Pertama الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الزَّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضَ الشُّهُورِ وَالْأَيَّامِ وَاللَّيَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يَعْظُمُ Makadari itu sebaiknya kita tidak membawa HP ketika akan sholat Jum'at, kalau pun memang membawa HP, hendaknya kita mensenyapkan HP, mematikan data internet, mengaktifkan mode pesawat, atau mematikan HP. Memainkan HP ketika khotib sedang berkhotbah Jum'at memang menghilangkan rasa ngantuk. Sehingga ketika khotbah berlangsung kita tidak Tapibukankah hidup kita ini jalannya linier, lurus ke depan, tidak ada pengulangan lagi, apa yang sudah dilakukan menjadi bagian dari sejarah kehidupan. Bagaimana seandainya jika bukan "Nyawa tambahan" yang kita punya, tetapi kesempatan kedua. Kesempatan inilah yang dimiliki oleh seorang Raja Yehuda bernama Raja Manasye. LUJt2. Khotbah pertamaالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُأَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَىفَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًاMa’asyiral Muslimin, jemaah masjid yang dimuliakan marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala. Karena dengan ketakwaan inilah, kita bisa meraih rida Rabb kita dan dengannya pula kita akan mendapatkan kehidupan yang mulia. Orang yang bertakwa dicap oleh Allah Ta’ala sebagai makhluk-Nya yang paling baik. Allah Ta’ala berfirman,اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” QS. Al-Bayyinah 7Sungguh, waktu ini sangatlah cepat berlalu. Rasanya belum lama kita bertemu dengan tahun 1443 Hijriyyah. Namun, ternyata tahun 1443 sudah hampir usai dan tak akan kembali. Berlalu juga semua kesempatan ibadah di dalamnya. Ramadan yang telah kita lewati, musim haji, dan bulan Zulhijah telah usai yang ditandai dengan jemaah haji yang mulai berdatangan dari tanah suci Makkah, kembali ke tanah air ini. Sungguh, waktu sangatlah cepat berlalu, dan itu tidaklah mengherankan, karena cepatnya waktu adalah salah satu karakteristik kehidupan di akhir waktu yang kita rasakan merupakan salah satu tanda-tanda kecil dekatnya hari kiamat sebagaimana yang pernah Nabi shallallahu alaihi wasallam katakan,لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ“Tidak akan terjadi kiamat hingga zaman berdekatan. Setahun bagaikan sebulan. Sebulan bagaikan sepekan. Sepekan bagaikan sehari. Sehari bagaikan sejam. Dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma.” HR. Ahmad no. 10943 di dalam Musnad-nyaMa’asyiral Muslimin, jemaah masjid yang dimuliakan bahagianya bagi siapa saja yang telah memperbanyak ketaatan, berlomba-lomba dalam kebaikan, berusaha mengangkat derajat pahalanya, dan berusaha agar Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosanya pada tahun ini, serta bisa mengambil pelajaran dari setiap hal yang telah Allah takdirkan. Allah Ta’ala berfirman,يُقَلِّبُ اللّٰهُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ“Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan yang tajam.” QS. An-Nisa’ 44Alangkah senangnya bagi siapa saja yang mengisi hari-harinya dengan mengerjakan perintah Allah, memenuhi bulan-bulannya dengan menjawab panggilan salat, dan mengorbankan tahun-tahun kehidupannya di dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala disertai dengan keikhlasan dan kesadaran bahwa inilah tujuan diciptakannya manusia di bumi ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ“Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” QS. Az-Zariyat 56Dan firman-Nya juga,وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas, menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus benar.” QS. Al-Bayyinah 5Ma’asyiral Mu’minin, yang dirahmati Allah Ta’ antara hak Allah Ta’ala atas hamba-Nya yang telah Allah berikan begitu banyak kenikmatan, yang telah Allah berikan kesempatan hidup hingga detik ini dalam keadaan yang baik adalah mensyukuri segala nikmat-Nya serta memuji-Nya atas segala kemulian-Nya. Karena rasa syukur menyebabkan bertambahnya kenikmatan dan mencegah dari penderitaan. Alangkah baiknya manusia selalu meresapi dan mematri dengan kuat di dalam hatinya firman Allah Ta’ala,وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.” QS. Ibrahim 7Saat seorang muslim bersyukur, maka kebaikannya akan kembali ke dirinya sendiri. Dan saat ia kufur terhadap nikmat Allah, maka bahayanya pun akan kembali ke dirinya sendiri. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu apapun dari seluruh alam ini. Allah Ta’ala berfirman,وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ“Dan barangsiapa bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa tidak bersyukur kufur, maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” QS. Luqman 12Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ ada yang menjadi tugas kita, kecuali memuji Allah atas apa yang telah diberikan kepada kita. Pujian kita kepada-Nya menandakan keridaan kita atas limpahan rezeki-Nya, dan tidak ada balasan dari keridaan seseorang kepada Allah, kecuali kemenangan yang besar. Lihatlah bagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada kita untuk rida kepada Allah Ta’ala dengan senantiasa memuji-Nya atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Bahkan, terhadap makanan dan minuman yang kita makan setiap اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ العَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا“Sesungguhnya Allah rida kepada hamba yang menyantap makanan lalu memuji Allah atas makanan itu, atau minum lalu memuji Allah atas minuman itu.” HR. Muslim no. 2734Ma’asyiral Mu’minin, yang semoga diridai oleh Allah Ta’ di antara kemuliaan seseorang, saat ia sudah di penghujung sebuah waktu adalah meluangkan waktunya seorang diri, untuk mengintrospeksi dan mengoreksi dirinya atas amalan apa yang telah diperbuat dan amalan apa yang telah terlewat. Demikian juga dengan waktu yang telah Allah berikan, sudahkah ia manfaatkan ataukah ia sia-siakan. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengatakan,الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ “Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah.” HR. Tirmidzi no. 2459, beliau mengatakan hadis ini hasan’Imam Tirmidzi mengatakan, “Maksud sabda Nabi Orang yang mempersiapkan diri’ adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya pada waktu di dunia sebelum dihisab pada hari kiamat.”أَقولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ، وَادْعُوهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ البَرُّ Juga Khotbah Jumat Menggali Makna dari Surah Al-Jumu’ahKhotbah keduaاَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا orang-orang yang sesungguhnya kunci kesuksesan orang-orang terdahulu maupun untuk generasi yang akan datang adalah tidak menunda-nunda dalam beramal. Apa yang bisa kita kerjakan di hari tersebut, maka tidak kita tinggalkan untuk dikerjakan esok harinya. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari sebagaimana firman Allah Ta’ala,وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا“Tidak ada satu pun jiwa yang mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok.” QS. Luqman 34Nabi shallallahu alaihi wasallam juga bersabda,اغْتَنِمْ خَمْسًا قبلَ خَمْسٍ شَبابَكَ قبلَ هِرَمِكَ ، وصِحَّتَكَ قبلَ سَقَمِكَ ، وغِناكَ قبلَ فَقْرِكَ ، وفَرَاغَكَ قبلَ شُغْلِكَ ، وحَياتَكَ قبلَ مَوْتِكَ“Manfaatkan dengan baik lima perkara sebelum datangnya 5 perkara, yaitu 1 Masa mudamu sebelum datang masa tua. 2 Masa sehatmu, sebelum datang masa sakit. 3 Masa mampumu sebelum datang masa fakir. 4 Masa luangmu, sebelum datang masa sibuk. 5 Masa hidupmu sebelum datang kematian.” HR. Al-Hakim no. 7846 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 10248 dengan sanad yang sahihBeliau juga bersabda,بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا “Bersegeralah melakukan amalan saleh sebelum datang fitnah musibah seperti potongan malam yang gelap. Yaitu, seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.” HR. Muslim no. 118Jemaah salat Jumat yang antara kunci sukses dalam beramal yang lainnya adalah membuat perencanaan untuk waktu yang akan datang, bagaimana rencana beramal kita pada tahun depan, sehingga kehidupan kita lebih tertata dan lebih yang berakal adalah yang bisa menambah intensitas ibadahnya setiap harinya. Ada sebuah ungkapan yang sangat indah,مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْءٍ كَنَدَمِي عَلَى يَوْمٍ نَقَصَ فِيهِ أَجَلِي، وَلَمْ يَزْدَدْ فِيهِ عَمَلِي“Sungguh aku tidak pernah menyesali sesuatu melebihi penyesalanku pada hari di mana umurku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”Peningkatan sesuatu itu tidak hanya dalam kuantitasnya saja, akan tetapi bisa saja berupa peningkatan dalam kualitas. Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda,إِنَّ اللهَ ـ عَزَّ وَجَلَّ ـ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyukai jika salah seorang kalian mengerjakan sesuatu, dia mengerjakannya dengan bersungguh-sungguh profesional.” HR. Thabrani no. 275 dan As-Suyuti no. 1855, dihasankan oleh Syekh Albani dalam Shahih Al-Jaami’.Dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah yang dikerjakan secara konsisten walaupun jumlahnya sedikit. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa agama kita lebih mengutamakan kualitas sebuah amalan daripada Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Mengusahakan amalan agar sesuai sunah Nabi itu lebih utama dari memperbanyak amalan. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا“Supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” QS. Al Mulk 2Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala tidak berfirman, yang paling banyak amalannya’.”Semoga Allah menuliskan kita sebagai salah satu hamba-Nya yang dapat bersyukur, mengisi hari-hari kita dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala, konsisten di dalamnya dan tidak menunda-nundanya. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang lebih mengutamakan kualitas amal daripada kuantitasnya, yaitu beramal dengan ikhlas mengharap rida Allah dan sesuai dengan tuntunan serta petunjuk dari Nabi-Nya shallallahu alaihi أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌاَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌرَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَىاللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِرَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَعِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُBaca JugaKhotbah Jumat Sepenting Apakah Menuntut Ilmu Syar’i dalam Kehidupan Kita?Khotbah Iduladha Memetik Hikmah dari Haji Wadak Nabi shallallahu alaihi wasallam***Penulis Muhammad Idris, - Khutbah Jumat singkat bulan Dzulqa'dah akan membahas tentang peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Islam dapat menunaikan berbagai amalan sunnah di bulan Zulkaidah. Periode waktu sebelum Zulhijah dalam Kalender Kamariah tersebut memiliki banyak keutamaan. Sejumlah peristiwa penting masa lalu yang terjadi pada bulan ini juga bisa dijadikan sebagai pembelajaran satu peristiwa di bulan Zulkaidah adalah ketika Nabi Muhammad saw. melakukan haji wada’. Haji wada' merupakan peristiwa haji yang dekat dengan selesainya perjuangan Rasulullah saw. dalam menyebarkan Islam. Sebab tidak lama pasca terjadinya haji wada’, Nabi Muhammad saw. juga Contoh Teks Khutbah Jumat Bahasa Jawa Cara Menyambut Idul Adha Naskah Khutbah Jumat Singkat Cara Mendidik Anak menurut Hadits Khutbah Jumat Singkat Bulan Dzulqa'dah Peristiwa di Zulkaidah Bismillaahirrahmaanirrahiim..Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُأَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ، وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ سورة التوبة ٣٦Alhamdulillah. Puji syukur kehadirat Allah Swt. Berkat limpahan rahmat, taufik, serta inayah-Nya, kita hari ini, Jumat, [tanggal, bulan, tahun] dapat mengikuti majelis salat dan khotbah Jumat yang insyaallah diridai Allah dan salam Allah semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad saw., sosok uswatun-hasanah yang telah mengantarkan kita dari zaman kegelapan menuju masa yang kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Khatib memulai khotbah memulai dengan berwasiat kepada diri sendiri maupun jemaah sekali untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Swt. Sebab sebaik-baiknya orang beriman adalah mereka yang senantiasa bertakwa kepada Allah, menjalankan perintah dan menjauhi segala kesempatan ini, khatib akan menyampaikan khotbah seputar peristiwa di kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Umat Islam beberapa waktu mendatang akan memasuki 10 hari terakhir bulan Zulkaidah 2023. Berkenaan hal tersebut, kaum muslim sebaiknya memanfaatkan waktu-waktu terakhir bulan Zulkaidah 1444 H dengan memperbanyak amal merupakan salah satu asyharul hurum bulan haram, bulan yang dimuliakan Allah Swt., selain Muharram, Rajab, Zulhijah. Barangsiapa memperbanyak amal saleh di bulan Zulkaidah, pahala perbuatannya dilipatgandakan. Abdullah bin Abbas ra. pernah berkomentar mengenai pahala berlipat ganda bagi amal saleh di bulan Zulkaidah ketika membahas Surah At-Taubah ayat 36 sebagai berikut“Beribadah dan beramal saleh di bulan-bulan haram dilipatkan gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Demikian sebaliknya, bermaksiat dan berbuat dosa di bulan-bulan tersebut digandakan hukumannya”.Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Selain mengandung keutamaan serta berbagai amal saleh yang dianjurkan, bulan Zulkaidah menyimpan beberapa peristiwa penting dalam Islam. Peristiwa pertama yang terjadi di bulan Zulkaidah adalah Perang Bani Quraizhah pada Zulkaidah 5 ketika selepas sampai di Madinah, Rasulullah saw. ditemui Malaikat Jibril. Dalam pertemuan tersebut, Jibril memerintahkan kaum muslim agar menuju perkampungan Bani Quraizhah untuk mengepung kaum mengepung sekitar 25 malam, Bani Quraizhah menyerah dan tunduk kepada keputusan Rasulullah Saw. Perang Bani Quraizhah salah satunya disebutkan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri dalam kitab ar-Rahiqul Makhtum sebagai berikutوَقَعَتْ هَذِهِ الْغَزْوَةُ فِيْ ذِيْ الْقَعْدَةِ سَنَةَ الخَامِسَةَArtinya"Peperangan ini [Bani Quraizhah] terjadi pada bulan Dzulqa’dah tahun kelima [hijriah]".Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Peristiwa kedua yang terjadi di bulan Zulkaidah adalah pembicaraan Nabi Musa as. dengan Allah Swt. sewaktu menerima wahyu berupa Kitab Taurat. Peristiwa pembicaraan Nabi Musa dengan Allah Swt. termuat dalam Surah Al-A’raf ayat 143 sebagai berikutوَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَArab LatinnyaWa lammā jā'a mūsā limīqātinā wa kallamahū rabbuhū, qāla rabbi arinī anẓur ilaika, qāla lan tarānī wa lākininẓur ilal-jabali fa inistaqarra makānahū fa saufa tarānī, falammā tajallā rabbuhū lil-jabali jaalahū dakkaw wa kharra mūsā ṣaiqān, falammā afāqa qāla subḥānaka tubtu ilaika wa ana awwalul-mu'minīna.Artinya“Ketika Musa datang untuk [bermunajat] pada waktu yang telah Kami tentukan [selama empat puluh hari] dan Tuhan telah berfirman [langsung] kepadanya, dia berkata, 'Ya Tuhanku, tampakkanlah [diri-Mu] kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.' Dia berfirman, 'Engkau tidak akan [sanggup] melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung ia tetap di tempatnya [seperti sediakala], niscaya engkau dapat melihat-Ku.' Maka, ketika Tuhannya menampakkan [keagungan-Nya] pada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Maha Suci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman,” QS. Al-A'raf [7] 143.Selain 2 kejadian di atas, masih banyak peristiwa penting dalam Islam yang terjadi di bulan Zulkaidah sebagai berikut Paman Nabi Muhammad SAW, Abu Thalib meninggal pada Zulkaidah. Pada Kamis, 6 Zulkaidah tahun ke-10 hijriah, Rasulullah berangkat dari Madinah menuju Mekah untuk melaksanakan Haji Wada’. Pada Zulkaidah, Nabi Muhammad SAW menikahi Ummu Habibah, Ramlah binti Abu Sufyan ketika ia berada di negeri Habasyah atau Ethiopia. Pada Zulkaidah 41 H, Muawiyah bin Abu Sufyan menjadi khalifah pertama Dinasti Umayyah. Pada Sabtu, 7 Zulkaidah 403 H, ulama ahli ilmu kalam Imam Abu Bakr Al-Baqillani meninggal dunia. Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,Demikianlah khotbah seputar peristiwa di bulan Zulkaidah. Semoga apa yang telah disampaikan memberikan kebermanfaatan baik dalam bentuk pengetahuan maupun hikmah bagi khatib maupun jemaah sekalian. Aamiin allahumma اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُKhutbah IIاَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌعِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. - Sosial Budaya Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Fadli Nasrudin Ayat Inti “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Efesus 515-16 {ITB} Nilai waktu itu tidak dapat dihitung. Kristus menganggap setiap momen berharga, dan seperti itulah kita juga harus memandang waktu. Hidup terlalu singkat untuk disia-siakan begitu saja. Kita hanya memiliki beberapa hari percobaan di mana kita mempersiapkan diri kita menuju kekekalan. Kita tidak memiliki waktu untuk disia-siakan, tidak ada waktu untuk difokuskan bagi kesenangan diri kita sendiri, tidak ada waktu untuk kesenangan akan dosa. Sekaranglah saatnya kita membentuk karakter untuk masa depan kita yaitu kehidupan yang kekal. Saat inilah kita harus bersiap-siap untuk menghadapi hari penghakiman terakhir. Manusia seringkali baru memulai kehidupan mereka ketika mendekati kematian, dan kerja keras dunia yang tanpa henti pada akhirnya akan sia-sia kecuali mereka memperoleh sebuah pengetahuan yang benar mengenai kehidupan yang kekal. Orang-orang yang menghargai waktu sebagai hari-hari di mana mereka bisa bekerja akan memperoleh sebuah rumah yang besar dan kehidupan kekal. Baik adanya bahwa mereka dilahirkan. Kita ditegur untuk menebus waktu. Akan tetapi waktu yang telah dibuang tidak akan pernah kembali. Kita tidak bisa mengulang satu momen sekalipun. Satu-satunya cara di mana kita dapat menebus kembali waktu kita adalah dengan menggunakan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya, dengan menjadi rekan sekerja Tuhan di dalam rencana penebusan-Nya yang luar biasa. Manusia yang melakukan hal ini akan mengalami transformasi karakter. Mereka pun menjadi anak-anak Tuhan, anggota keluarga kerajaan sorga, putera-puteri Raja sorgawi. Mereka dipersiapkan untuk menjadi sahabat dari para malaikat. Sekaranglah waktu kita untuk mengusahakan keselamatan sesama kita manusia. Ada beberapa orang yang berpikir jika mereka memberikan uang untuk pekerjaan Kristus saja, itu sudah cukup; waktu berharga yang mana dapat mereka gunakan untuk melakukan pelayanan pribadi bagi-Nya pun berlalu sia-sia begitu saja. Akan tetapi, merupakan tugas sekaligus hak istimewa dari semua orang yang memiliki kesehatan dan kekuatan untuk melakukan pelayanan aktif bagi Tuhan. Semua orang haruslah bekerja memenangkan jiwa bagi Kristus. Pemberian uang tidak dapat menggantikan hal ini. Kesempatan yang sekarang kita miliki untuk menyampaikan firman yang hidup kepada jiwa yang membutuhkan mungkin tidak akan pernah datang lagi. “Pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu,” dan melalui ketidakpedulian kita orang tersebut bisa saja tidak siap. Pada hari penghakiman terakhir, bagaimanakah kita mempertanggungjawabkan hal tersebut kepada Tuhan? Ayat Bacaan Galatia 61-10 “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Galatia 610 Ada kata bijak yang menyatakan bahwa kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. Oleh karena itu jangan pernah sia-siakan setiap kesempatan yang ada. Banyak orang yang menyesal begitu rupa saat kesempatan itu tidak digunakan dengan baik. Yang ada tinggallah penyesalan. Tuhan memberikan kesempatan kepada orang-orang di zaman Nuh selama 120 tahun untuk bertobat, tapi mereka tidak mempergunakannya dengan baik dan akhirnya penyesalan pun tiada guna. Dan saat Tuhan menenggelamkan bumi dengan air bah, binasalah mereka semua kecuali Nuh dan keluarganya yang selamat. Begitu juga seluruh penduduk kota Sodam dan Gomora yang dibumihanguskan oleh Tuhan. Selama masih hidup mereka menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan tetap hidup di dalam dosa. Juga kisah orang kaya dan Lazarus baca Lukas 1619-31. Saat di dunia si kaya hidup dalam gelimang harta, tapi ia lupa diri dan tidak pernah menabur atau memperhatikan orang-orang lemah. Akhirnya ia mengalami kebinasaan kekal. Ia lupa bahwa hidup di dunia ini adalah kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan hidup di dalam kekekalan. Berapa lama kita memiliki kesempatan hidup di dunia ini? Selamanyakah? Dalam mazmurnya Daud berkata, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” Mazmur 9010. Menyadari bahwa kesempatan itu sangatlah terbatas, Daud pun berdoa, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 9012. Jadi tugas kita menemukan kesempata dalam setiap situasi yang ada, sebab jika hidup ini berakhir tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Sesudah mati tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat baik bagi diri sendiri atau sesama sehingga raja Salomo menasihati, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi.” Pengkotbah 910. Selagi Tuhan memberi kesempatan, gunakan sebaik mungkin supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari! Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulisan berikut adalah isi pesan yang saya sampaikan kepada anak-anak SMP Kristen Calvin ketika saya menjadi Pembina upacara. Silahkan yang membatasi manusia diciptakan oleh Tuhan dan Tuhan memberkati waktu itu dengan kesempatan-kesempatan. Waktu itu berharga, maka tak heran ada pepatah mengatakan “Time is money”. Ada dua istilah Yunani untuk cukup menggambarkan waktu dan kesempatan, yaitu kronos dan kairos. Kronos menggambarkan waktu yang berjalan dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari. Kita sering menggunakan istilah kronologis untuk menunjukkan rentetan peristiwa yang terjadi dari satu waktu ke waktu yang lain. Kairos sendiri berfokus pada momentum-momentum penting dalam kronologis waktu yang terus berjalan. Itulah kesempatan-kesempatan yang berbuah karena kita respon secara dalam waktu yang disediakan Tuhan tidak senantiasa berulang. Bahkan sebenarnya kesempatan yang persis sama tidak akan pernah terulang. Hari ini berbeda dari kemarin, jam sekarang ini ketika kita sedang upacara berbeda dari satu jam lalu, mungkin kita sedang dalam perjalanan ke sekolah. Menit ini berbeda dari beberapa menit yang lalu. Jika kita mengerti dan menghargai setiap waktu yang tersedia bagi kita, kita akan menjadi orang Kristen yang saya masih SD, saya melihat anak SMP lebih keren dari SD, maka ada perasaan ingin segera menjadi anak SMP. Ketika saya SMP, kembali saya melihat SMA lebih menarik. Tak selesai, ketika saya SMA, saya berpikir orang-orang kuliah itu enak sekali. Jadwal kuliahnya tidak sepadat SMA, pikir saya pasti saya tidak stres dengan beban kuliah yang ada. Ternyata saya salah, jadwal kuliah memang tidak sepadat jam belajar di SMA, tetapi beban tugas kuliah jauh lebih berat dibandingkan SMA. Tingkatan tugas yang dituntut dosen kepada mahasiswa jauh lebih berat daripada yang dituntut guru SMA saya dulu. Lalu dalam beban kuliah yang berat itu, sekali lagi saya berpikir, nanti begitu saya selesai kuliah, dan sudah bekerja, pasti hidup saya akan lebih tenang, bebas dari tugas-tugas yang harus dikumpulkan kepada dosen. Tapi itu hanya pikiran saya, beban tanggung jawab bekerja ternyata jauh lebih besar daripada beban tanggung jawab mengerjakan tugas kuliah. Tapi kali ini saya mau berpikir apa lagi? Tidak, mau berpikir pun, tidak banyak pilihan yang tersedia. Satu pikiran yang agak nakal yang terlintas adalah ternyata masa paling menyenangkan di antara beberapa jenjang kehidupan saya adalah masa SD. Saya tidak boleh berpikir untuk cari pekerjaan yang lebih ringan beban tanggung jawabnya. Di dalam Alkitab dituliskan kepada yang setia dalam perkara kecil akan dipercayakan perkara yang besar, bukan kebalikannya. Saya tidak boleh berpikir untuk berhenti bekerja dan misalnya hidup dengan uang dari orang tua. Alkitab berkata jikalau engkau tidak bekerja, janganlah engkau makan. Jelas sekali saya harus bagaimana seharusnya kita bersikap dalam setiap tahap kehidupan kita? Alkitab mengatakan untuk segala sesuatu ada waktunya. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara. Ada waktu untuk SD, ada waktu untuk SMP, ada waktu untuk SMA, ada waktu untuk kuliah, dan seterusnya. Itu adalah waktu kronologis yang bisa berisi kairos yang berbeda sekali antara satu orang dengan orang yang lain tergantung bagaimana dia mengisi setiap waktu yang tersedia dan mengambil setiap kesempatan yang ada. Tentunya kita harus membedakan antara menghargai kesempatan dengan menjadi opurtunis. Orang yang menghargai waktu merupakan salah salah ciri orang yang menghormati Sang Pemberi Waktu, yaitu Tuhan. Opurtunis bukannya menghargai waktu yang diberikan Tuhan, tetapi mencuri setiap kesempatan untuk mengambil keuntungan dan biasanya dengan merugikan orang lebih spesifik kita lihat. Ada waktu untuk SMP. Apa yang kalian isi ke dalam masa SMP kalian? Zaman ini menyediakan banyak sekali pilihan kepada kalian, sebagian besar menjerumuskan kalian. Banyak game yang tersedia untuk dimainkan. Kalian bisa mainkan satu jam, tetapi tidak sedikit yang sampai tidak tahu waktu. Saya tidak bermaksud mengatakan sama sekali tidak boleh bermain game, tetapi harus ingat waktu jangan dihambur-hamburkan untuk game. Begitu banyak film yang bisa kalian tonton. Namun, apakah zaman ini hanya berisi godaan yang lebih besar, tidak ada kesempatan yang lebih besar? Tidak. Saya harus mengatakan saya “iri” dengan kalian. Dulu sewaktu saya sekolah, bahkan dari SD sampai SMA, saya hanya tahu tentang gambar pemandangan, dan herannya gambar saya mungkin mirip dengan gambar pemandangan yang dilukis oleh anak yang di Aceh, Medan, Palembang, Pontianak, Makassar, Manado, Sumba, Papua, dan bahkan dengan sebagian orang-orang Jakarta. Saya tidak mengenal gambar perspektif, apalagi gambar abstrak. Bagi saya gambar abstrak, ya benar-benar abstrak. Guru Bahasa Inggris SMP saya mengajarkan this singular dengan these plural dengan sangat salah sekali. Guru Bahasa Inggris SMA saya berkata di kelas, jika kalian ingin bertanya kepada Bapak, jangan dengan niat ingin menjebak Bapak. Dia sangat tidak berkompetensi mengajar Bahasa Inggris karena sebenarnya dia sendiri tidak bisa berbicara Bahasa Inggris. Perpuskakaan seperti di Sekolah Kristen Calvin yang terus menerus menambah koleksi buku mungkin hampir tidak ditemukan ditempat lain. Kesempatan yang kalian dapatkan begitu besar. Apakah akan kalian hargai atau kalian buang? Hargailah waktu tiga tahun di SMP Kristen Calvin dengan belajar sebaik-baiknya. Jangan sampai kita termasuk ke dalam suatu kelompok yang dituliskan oleh Alkitab sebagai “babi”. Dalam Alkitab tertulis, jangan lemparkan mutiara kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu iya berbalik mengoyak kamu. Mutiara adalah metafor untuk sesuatu yang sangat berharga. Dan babi sama sekali tidak menghargainya. Perhatikanlah peringatan Alkitab dan janganlah kita menjadi musuh Tuhan karena Dia berkuasa untuk mengikatkan batu kilangan ke leher kita dan menggelamkannya ke dasar lautan. Lihat Pendidikan Selengkapnya

khotbah tentang waktu dan kesempatan